Rabu, 05 November 2014

SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM BISNIS



Disusun oleh :
Dinda Retno Kuswandari (13.0101.0014)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
Tahun 2014/2015
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Teknologi informasi mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat karena sudah merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Dalam teknologi informasi seperti ini kemudahan dalam berbagi informasi ataupun mencari informasi sangatlah penting dapat dilihat dari semakin berkembangnya teknologi internet dan jaringan. Sekarang ini internet merupakan suatu kebutuhan dalam berbagi informasi ataupun mencari informasi. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Persaingan bisnis yang semakin ketat pada era globalisasi saat ini harus didukung dengan penerapan sistem informasi yang baik. Sistem informasi yang baik adalah suatu sistem terpadu atau kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware, software, dan jaringaan komunikasi, untuk meyediakan informasi yang berguna dalam mendukung kegiatan operasional dan fungsi pengambilan keputusan dari sebuah organisasi. Sistem informasi dapat membantu segala jenis bisnis dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis yang dijalankan, pengambilan keputusan manjerial, kerjasama kelompok kerja hingga dapat memperkuat posisi kompetitif perusahaan dalam pasar yang dinamis
Peran teknologi informasi (TI) dirasakan semakin penting pada era informasi sekarang ini. Kini hampir semua orang menggunakan teknologi informasi setiap harinya. Pada mulanya teknologi informasi digunakan untuk mengotomasi tugas administrasi yang sifatnya berulang. Namun saat ini, TI telah menciptakan berbagai tugas dan layanan barusehingga memungkinkan untuk merancang model-model bisnis baru. TI dapat digunakan dalam mengembangkan bisnis dalam internet atau dikenal dengan nama e-bussiness. Dengan TI dimungkinkan untuk melakukan bisnis tanpa perlu hadir secara fisik. Hal ini disebabkan karen pelaku bisnis dapat melakukan proses bisnis dan memonitas perkembangan transaksinya secara elektronik melalui halaman situs internet. Tedapat banyak manfaat yang didapatkan melalui penerapan fungsi internet dadalam bisnis. Menurut Power & Sohal (2002), Internet merupakan enabler yang merevolusi cara bisnis yang dilakukan pada beberapa industri. 
Sistem informasi  bisnis (SIB) atau  juga dikenal sebagai sistem teknologi informasi informasi bisnis (STIB) merupakan penerapan sistem teknologi informasi (STI) pada organisasi bisnis. Beberapa sistem teknologi informasi  dibangun dan diterapkan pada organisasi bisnis. Sistem-sistem teknologi informasi dapat diterapkan secara internal maupun eksternal organisasi.apabila ditinjau secara eksternal, sistem-sistem teknologi informasi yang ada ditarik keluar menjangkau kedalam pemasok dan pelanggan. Akan tetapi, secara internal sistem-sistem teknologi informasi diterapkan didalam fungsi-fungsi organisasi atau pada tingkatan-tingkatan organisasi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja infrastruktur yang dibutuhkan perusahaan untuk memulai e-business pada usaha dealer motor second?
2. Biaya apa saja yang dibutuhkan untuk memulai usaha tersebut?
3. Bagaimana rancangan website yang tepat untuk perusahaa tersebut?
C. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas e-business. 
D. Manfaat Penulisan
Dengan penulisan makalah ini, penulis berharap dapat menambah pengetahuan mengenai manfaat teknologi informasi dalam bisnis.
E. Sistematika
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan penulisan
D. Manfaat Penulisan
E. Sistematika
II. Landasan Teori
III. Pembahasan Masalah
A. Infrastruktur yang Dibutuhkan Perusahaan Bila Ingin Memanfaatkan E-business dalam Usaha Dealer Motor.
B. Biaya yang Dibutuhkan untuk Pengadaan Infrastruktur yang Dibutuhkan.
C. Rancangan Desain Website yang Tepat untuk Perusahaan.
IV. Penutup
A. Simpulan
B. Saran
V. Daftar Pustaka
Atilgan-Inan, KaracaB. 2011.”Panned Behaviour of Youn Consumers Shopping on the      Internet “European Journal of SociEdaal Sciences 19 (4).
Rangkuti, Freddy. 2009. Analisis Swot Teknik Membedah Kasus Bisni. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka. cet. Keenambelas.
II. Landasan Teori
Model bisnis ini menekankan pada pertukaran informasi dan transaksi bisnis yang bersifat paperless melalui Electronic Data Interchange (EDI), emailelectronic bulletin boards, electronic funds transfer, dan teknologi lainnya yang berbasis jaringan. Sistem-sistem teknologi informasi dalam fungsi-fungsi organisasi bergantung pada perusahaannya, jika struktur organisasi didasarkan pada fungsi-fungsi organisasinya, unit-unit di perusahaan dikelompokkan ke dalam beberapa fungsi atau departemen seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.
Sistem teknologi informasi yang diterapkan dalam funsi akuntansi akan menjadi sistem informasi akuntansi (accounting information system). Jika sistem yang sam diterapkan dalam fungsi keuangan, hal tersebut akan menjadi sistem informasi keuangan (financial information system). Apabila sistem yang samaditerapkan dalam fungsi pemasaran akan menjadi sistem informasi pemasaran (marketing information system).
Tidak dapat dipunkiri bahwa peranan e-commerce sangat besar di dalam mengubah model bisnis konvnsional, struktur biaya transaksi, dan hubungan transaksi antara para pembeli, para penjual, dan setiap orang yang terlibat di dalamnya.peranan e-commerce ini tidak terjadi dalam sekejab, tetapi melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
1.     Tahapan pertama 1994-1997
Tahapan ini merupakan tahapan awal e-commerce yang masih berupa situs web (website). Banyak perusahaan membangun situs jaringan yang memberikan informasi kepada pengunjung dan pengunjung dapat meninggalkan nama serta alamat untuk dihubungi kembali oleh perusahaan.
2.     Tahapan kedua 1997-2000
Pada tahap ini e-commerce sudah mulai digunakan untuk transaksi jual dan beli melalui media digital. Fokus dari e-commerce adalah melakukan order pembelian.
3.     Tahap ketiga 2000-sekarang
Fokus dari e-commerce ini adalah untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan tidak hanya meningkatkan pendapatan kotor, tetapi juga meningkatkan margin kotor (laba kotor) kalakota dan Robinson (2001) menyebutnya sebagai e-business yang berbeda dengan e-commerce.

III. PEMBAHASAN MASALAH
A. Infrastruktur yang Dibutuhkan Perusahaan Bila Ingin Memanfaatkan E-business dalam Usaha Dealer Motor
Dalam memulai usaha  membutuhkan sikap tekad yang kuat dan biaya yang cukup untuk memulai usaha yang benar-benar serius dan menginginkan usaha yersebut akan meningkat dengan pesat. Infrastruktur yang harus ada adalah jaringan internet. Selian itu, pengusaha juga membutuhkan seperangkat komputer, telepon, user, software search engine, seperti mozilla firefox, opera mini, internet explorer dan google chrome. Semua infrastruktur tersebut berfungsi untuk kelancaran bisnis yang dijalankan.
B. Biaya yang Dibutuhkan untuk Pengadaan Infrastruktur yang Dibutuhkan
Dalam upaya pengadaan berbagai infrastruktur yang diutuhkan perusahaan untuk membangun bisnis berbasis internet ini usdah pasti dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Seperti halnya biaya pengadaan seperangkat komputer , biaya instalasi software, biaya pengadaan Wifi, biaya pembuatan website, biaya akses internet, serta biaya listrik yang dibutuhkan.

Biaya Perangkat Komputer
KETERANGAN
HARGA
Komputer
Rp   5.000.000,00
Garansi 3 tahun
Rp   2.500.000,00
Biaya instal
Rp   1.500.000,00
WiFi 
Rp      500.000,00
Biaya internet
Rp      500.000,00
Biaya LIstrik
Rp      100.000,00
JUMLAH
Rp 10.100.000,00

Rancangan Pembuatan Website

keterangan
biaya
1.     Biaya pengadaan
-
Biaya pembelian
Rp 4.830.000,00
Biaya perangkat lunak
Rp 2.767.000,00
Jumlah biaya pengadaan
Rp 7.597.000,00
2.      Biaya penerapan sistem
-
Biaya pembuatan
Rp 850.000,00
Biaya pelatihan petugas
Rp 350.000,00
jumlah
Rp 1.200.000,00
3.      Biaya perawatan Hardware
Rp 1.350.000,00
Biaya perawatan Software
Rp 1.150.000,00
Jumlah
Rp 2.450.000,00
Jumlah seluruhnya
Rp 11.297.000,00
4.     Penguraian biaya operasional
Rp 300.000,00
Penguraian biaya eksternal
Rp 300.000,00
Total
Rp 600.000,00
5.      Peningkatan pelayanan
Rp 3.000.000,00
Citra Dealer
Rp. 4.500.000,00
Kinerja Personil
Rp 3.000.000,00
Manajemen
Rp 3.000.000,00
jumlah  seluruhnya
Rp 14.100.000,00
Total biaya yang ada
Rp 25.397.000,00

C. Rancangan Desain Website yang Tepat untuk Perusahaan
Perancangan sistem monitoring akan menggunakan jaringan web sebagai basis operasi yang terdiri dari beberapa komputer yang dihubungkan dengan jaringan. Setiap komputer memiliki fungsi : Aglets Server,Web Server, Server Basis Data, Web Browser.
Desain Website Tujuan dibangunnya program aplikasi Customer Complaint ini adalah untuk melayani kebutuhan para pelanggan sebagai salah satu  bentuk kepedulian perusahaan dalam menjalin sebuah ikatan dengan pelanggan, sehingga menumbuhkan rasa senang, puas dan kepercayaan dari pelanggan dalam menggunakan produk dan layanan dari perusahaan tersebut. Modul-modul Program Customer Complaint perusahaan dapat digambarkan sebagai berikut :
1)Modul Area Halaman ini berfungsi sebagai halaman menambah data area.
2)Modul Branch Halaman ini berfungsi untuk data cabang jika ingin menambah cabang di wilayah lain.
3) Modul Customer Halaman ini berfungsi untuk melihat data dari customer serta jenis dan type kendaraan yang dimiliki.
4) Modul Complaint Halaman ini untuk memasukkan data komplain baru dari para pelanggan.
5) Modul Report. Halaman ini untuk menampilkan report berdasarkan filter tanggal dibuatnya complaint dan tanggal penyelesaian complaint tersebut.
.IV. Penutup
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa untuk memulai bisnis berbasis online, seorang pengusaha harus mengeluarkan biaya kurang lebih Rp25.397.000,00. 
B. Saran
Melihat rincian di atas sebaiknya perusahaan menggunakan jasa orang lain saja karena lebih hemat jasa orang lain daripada membuat web sendiri.
VI. Daftar Pustaka
Atilgan-Inan, KaracaB. 2011.”Panned Behaviour of Youn Consumers Shopping on the Internet “European Journal of SociEdaal Sciences 19 (4).
Rangkuti, Freddy. 2009. Analisis Swot Teknik Membedah Kasus Bisni. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka. cet. Keenambelas.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar