Sabtu, 10 Januari 2015

Sumber Baru Motor



Sepeda motor merupakan pengembangan dari sepeda konvensional yang lebih dahulu ditemukan. Sepeda motor sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat saat ini. Maka dari itu, masyarakat yang ingin membeli sepeda motor bisa mengunjungi SUMBER BARU MOTOR yang beralamatkan di JL. Pemuda, No. 1-C, Pucungrejo, Muntilan, 56414. Motor baru dengan kualitas bagus dan harganya juga tidak terlalu mahal. Kami siap melayani konsumen dengan sepenuh hati. Datang dan pastikan pelayanan terbaik dari kami. Konsumen tidak akan menyesal datang ke Sumber Baru Motor.



 

Jumat, 09 Januari 2015

My Hobby



Hy Guys !!!
Kali ini saya ingin berbicara mengenai hobi. Hobi adalah hal yang kita sukai dan kita kerjakan berulang-ulang. Tidak ada peraturan apapun yang mewajibkan kita memiliki hobi, tetapi saya yakin setiap orang pasti memiliki hobi. Nah ini hobi saya memasak, mendengarkan musik dan membaca.



Dari ketiga hoby tersebut saya suka semuanya, mungkin yang memasak tidak saya lakukan setiap hari karena kedaan yang tidak mendukung. Mungkin cuma seperti itu yang bisa saya jelaskan tentang hobi yang saya miliki, ya mungkin biasa saja tidak ada hal yang menonjol dari diri saya, tapi saya tetap berusaha bersyukur atas apa yang saya miliki.

Berita Ekonomi





Subsidi Tetap, Harga BBM Subsidi Naik Turun Seperti Pertamax

BBM naik, SPBU diserbu. (Liputan6.com/Johan Tallo) 

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah disarankan merubah pola pemberian subsidi pada Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan mematok subsidi.
Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, dengan pola tersebut, maka harga BBM bersubsidi seperti harga BBM non subsidi yang berubah-ubah dalam waktu tertentu.
"Saya cenderung merubah pola penetapan harga yang fluktuatif seperti Pertamax," kata Marwan, saat berbincang dengan Liputan6.com, seperti yang dikutip di Jakarta, Jumat (28/11/2014).
Marwan mengungkapkan, subsidi yang pas dipatok untuk menerapkan pola tersebut sekitar 5 sampai 10 persen dari harga minyak dunia. Dengan begitu subsidi untuk BBM nilai semakin kecil.
"Untuk bersubsidi bisa dibuat harga flutuatif hanya sekitar 5-10 persen terhadap harga dunia, itu untuk jangka panjang," tuturnya.
Selain itu menurut Marwan, dengan pola harga BBM bersubsidi seperti Pertamax, pemerintah tidak lagi terlalu  dimasalahkan dengan kenaikan harga, karena sifatnya yang elastis.
" Sehingga tidak menunggu harga sampai dua kali lipat. Maka kedepan fluktuatif sesuai harga pasar tapi lebih rendah," pungkasnya.
Di sisi lain, terkait harga minyak, Politisi partai Golkar Mukhamad Misbakhun meragukan pemberian diskon pembelian dan kerjasama minyak impor asal Senangol yang disampaikan pemerintah. Di mana disebutkan Indonesia dalam hal ini Pertamina akan mendapatkan harga minyak lebih murah dengan diskon US$ 15 per barel dari market price.
"Saya meragukan ada harga minyak didiskon hingga US$ 15 per barel. Pasalnya harga minyak di dunia selalu mengikuti harga pasaran, ada term and condition, kemudian ada biaya angkut dan sebagainya. Banyak loh diskon 15 itu," ujar Misbakhun.
Menurutnya, ide dan gagasan soal Senangol itu menarik untuk mencari jalan keluar terhadap sistem rente pedagangan minyak dunia yang sifatnya g to g. Jika itu dilakukan harga minyak yang dikonsumsi di Indonesia menjadi lebih murah. Namun, perlu ditegaskan bahwa kerjasama ini harus benar-benar dilakukan secara g to g melalui pertamina, jangan lagi melalui pihak ketiga seperti Surya Energi.
"Transparansi itu penting. Lakukan secara Government to Government, jangan pakai operator lapangan lagi. Kalau akhirnya pemerintah melalui orang ketiga, seperti Surya Energi," tegasnya.
Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan harga dari Senangol lebih murah US$ 15 per barel dan penghematan hingga 25% untuk impor crude oil.(Gdn)
http://bisnis.liputan6.com/read/2139979/subsidi-tetap-harga-bbm-subsidi-naik-turun-seperti-pertamax